Aceh

Data Covid-19 di Provinsi Aceh Tak Singkron. Bupati Gayo Lues: 259 ODP. dr. Syafwan. Sp.B: 300 ODP. Dinas Kesehatan Aceh: Gayo Lues 2 ODP

AGARA, Joernalinakor.com – Bupati Kabupaten Gayo Lues (Galus) H. Muhammad Amru bersama Wakil Bupati, Said Sani dan unsur Muspida Plus lainnya di Kabupaten tersebut tinjau Pos Bersama di perbatasan Rumah Bundar antara Kabupaten Gayo Lues dengan Kabupaten Aceh Tenggara (Agara), Jum’at 20/3/2020 pukul 17.00 WIB.

Tujuannya pemeriksaan antisipasi Virus Corona/Covid-19 yang disiapkan dan didirikan di perbatasan Rumah Bundar Pintu Gayo Kecamatan Putri Betung perbatasan Galus – Agara.

Menurut pantauan wartawan Media Nasional Joernal Inakor (MNJI) di Pos Pemeriksaan Bersama Cegah Virus Corona di Rumah Bundar perbatasan Kabupaten Galus dengan Kabupaten Agara yang merupakan pintu masuk ke Kabupaten tersebut.

Bahkan setiap pengguna jalan dan penumpang angkutan umum disuruh turun dan dilakukan pemeriksaan dengan cara mendata identitas lengkap dan asal serta tujuannya, tanpa pemeriksaan klinis.

Bupati Galus, H. M Amru, kepada wartawan Media Nasional Joernal Inakor (MNJI) Amri Sinulingga, Jumat (20/3/2020) mengatakan, salah satu upaya pencegahan penyebaran Virus Corona di Kabupaten itu.

Dilakukan dengan cara melakukan pemeriksaan setiap penumpang kendaraan dan pengguna jalan lainnya melintas di pintu masuk ke Galus tersebut. Tapi pantauan MNJI yang dilakukan hanya pendataan saja diperbatasan itu, bukan pemeriksaan klinis.

Bahkan dalam hal ini, peran semua pihak dan masyarakat sangat dibutuhkan dalam upaya pencegahan dan penyebaran wabah virus corona tersebut, sebut Amru.

“Ke Galus tersebut ada empat pintu masuk sebagai jalur penghubung dari Kabupaten tetangga lainnya di Aceh, bahkan semua pintu masuk sebagai perbatasan dengan Galus itu disiapkan pos pemeriksaan bersama, tambah Amru.

Lanjut Amru, dalam upaya pencegahan wabah virus corona tersebut, bahkan perbatasan Galus dengan Agara yang dominan ramai pengguna jalan dan pintu masuk ke Kabupaten dilakukan pemeriksaan yang menjadi prioritas,” sebutnya.

Bupati Galus, H. M Amru mengungkapkan bahwa sudah 259 orang di Kabupaten Galus berstatus ODP (Orang Dibawah Pengawasan) dan sedang menjalani Karantina Mandiri (dikarantina dirumahnya masing-masing) selama 14 hari, pungkas Amru mengakhiri.

Sementara itu, Ketua Gugus Pencegahan dan Penangangan virus corona di Galus, Suhaidi, kepada wartawan mengatakan, sebuah terobosan baru bersama Pemkab Galus dengan menyediakan dan menyiapakan pos bersama.

Untuk pemeriksaan semua pengguna jalan dan penumpang angkutaan umum dilakukan dan diterapkan disemua perbatasan Galus dengan perbatasan Kabupaten tetangga di Aceh tersebut.

Jurubicara Gugus Pencegahan dan Penanganan Virus Corona/Covid-19 Galus dr. Syafwan. Sp. B mengatakan, yang pertama kita lihat dari gejala klinis gejala dari dampak resikonya, seperti sakit pernapasan atas, batuk, demam dan sesak nafas, itu gejala klinis. Kemudian faktor resikonya dia sudah pernah ke luar negeri atau didalam negeri yang sudah terinfeksi, sekarang sudah ada 16 Kota, kemudian ditambah dengan dia sudah bersentuhan langsung dengan orang yang sudah positif, jadi kriteria disini ada dua, ODP dan PDP.

ODP ini adalah gejala klinis tidak ada, dia sehat-sehat saja, tidak sakit, tapi dia punya faktor resiko, seperti dia baru pulang dari luar negeri, atau pernah ke kota-kota yang sudah terinfeksi atau bersentuhan langsung dengan orang yang sudah terinfeksi positif, itu namanya ODP, ini yang kita karantina. Kemudian PDP, dia sudah mempunyai gejala klinisnya, dia sudah sakit, ditambah dia baru pulang dari kota yang terinfeksi, itu namanya PDP, jadi kita bedakan gejala klinisnya.

dr. Syafwan. Sp.B menambahkan, ODP sampai sore hari ini (20/3/2020 – 17.30 WIB) sudah ada 300 yang dikarantina, tetapi karena jumlahnya begitu banyak, kita tidak bisa mengkarantina didalam gedung yang sudah kita siapkan, “kita sudah siapkan gedung, tapi pasilitasnya cuma untuk 24 orang, tapi karena bertambah terus gak mungkin pemerintah sanggup didalam gedung, jadi kita karantinakan dirumah masing-masing dan kita awasi.

Wartawan MNJI bertanya kepada dr. Syafwan. Sp.B, “apakah ODP itu bisa menularkan virus Covid-19 dok?…” dr. Syafwan. Sp.B mengatakan, “ODP ini kita anggap sebenarnya sudah membawa virus, tapi karena pisiknya bagus, jadi virusnya tidak mengakibatkan apa-apa terhadap dirinya, yang membahayakan adalah dia menularkan ke orang lain, terpaksa dikarantina dirumah masing-masing selama 14 hari, jangan bersentuhan dengan orang, jangan ikut bersosialisasi dengan masyarakat, bukan untuk dia sebenarnya, tapi untuk orang yang disekitarnya, pungkas dr. Syafwan. Sp.B mengakhiri.

Sedangkan website resmi Dinas Kesehatan Pemerintah Aceh https://dinkes.acehprov.go.id/ data Covid-19 ACEHHOTLINE: 119 atau (0651) 22118 Update: 21 Mar 2020, 17:00, untuk Kabupaten Gayo Lues hanya 2 (dua) orang yang berstatus ODP. (Amri Sinulingga-78)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close