Utama

Aliansi Lebak Bersatu Akan Lakukakan Aksi Demo Digedung Kantor Dinsos Dan Sekda Lebak

 JOERNALINAKOR.com | Lebak.Beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat(LSM) Lebak yang tergabung dalam Aliansi Lebak Bersatu, akan lakukan aksi turun kejalan, hal ini dalam rangka mengkritisi adanya program Bantuan Pangan Non Tunai(BPNT). Hal ini disampaikan oleh Yayat Ruyatna ( Yatna) Ketua Lembaga Kajian Banten Bersatu (LKBB) salah satu LSM yang akan ikut aksi besok, saat ditemui disekretariatnya. rabu (11/03/2020).

Dalam kesempatan tersebut Yayat Ruyatna mengajak kepada semua LSM. dikabupaten lebak,  untuk ikut berpartisipasi dalam aksi demo yang akan dilakukan besok. kamis ( 12 /03/ 2020)

“Kita akan melakukan aksi keprihatinan didua titik, yaitu di Gedung  Kantor Dinsos dan Gedung Sekda Kabupaten Lebak, kita akan sampaikan keprihatinan kita sebagai bentuk tanggung jawab moral atas ketidak beresan penyaluran Program Bantuan Sembako, 
Kita menduga adanya monopoli dari salah satu Suplayer , yaitu PT.AAM, yang mengakibatkan telatnya pengiriman. Ke Agen-agen  E.Warung, sehingga KPM yang jadi korban” tuding Yatna

Lebih lanjut Yatna mengatakan” kita akan minta pertanggungjawaban Dinsos sebagai pelaksana Program tersebut, dan Sekda selaku ketua Tim koordinator Program Bantuan Sembako, dan kita melihat sekda terkesan Cuci tangan . Malah melempar tanggungjawab.dengan mengatakan”
Adanya masalah keterlambatan pengiriman, itu akibat kesalahan E.Warung” menurut saya itu keliru, E .Warung itu penerima barang yang akan disalurkan ke KPM KPM, yang tentunya sudah diarahkan oleh para TKSK, dan TKSK tersebut adalah binaan Dinsos dan Sekda, jadi mestinya sekda yang harus bertanggung jawab, agar segera memanggil  Suplayer PT.AAM” pinta Yatna.

Lebih lanjut Yatna mengatakan” kita berharap ada pemerataan dalam kesempatan usaha yang memberi peluang terhadap pengusaha lokal, lebih tepatnya dibagi wilayah, selatan diprioritaskan suplayer dari selatan tengah dan utara untuk suplayer tengah dan utara,  untuk menghindari monopoli dan keterlambatan pengiriman, kalau sekda memerintahkan agar E.Warung yang harus mencari pasokan barang, itu tidak akan menyelesaikan masalah, justru akan tambah semberawut, tidak akan terkaper, karena kemampuan E.Warung sangat minim uang belanja Talangannya” pungkas Yayat Ruyatna(HIN/DRI)

Related Articles

Back to top button
Close