AcehEconomiNasional

Bupati Raidin Marah, Bebek Petelur Bantuan Diduga Diperjualbelikan di Aceh Tenggara

ACEH TENGGARA, Joernalimakor.com – Bupati Aceh Tenggara (Agara), Drs Raidin Pinim MAP, marah-marah dan mengumpulkan seluruh Camat di Kabupaten itu.

Ke 16 camat itu dikumpulkan di Setdakab Aceh Tenggara, Kutacane, Senin,16/12/2019, menanggapi dugaan bebek petelur Distan Agara ada yang diperjualbelikan kelompok penerima.

Kepala Dinas Pertanian (Kadistan) Aceh Tenggara, H. Asbi SE, menyampaikan hal ini kepada joernalinakor.com, Senin, 16/12/2019.

“Bupati meminta seluruh Camat turun ke lapangan mengecek bantuan bebek petelur yang diduga ada yang sudah diperjualbelikan,” kata Asbi mengutip perintah Bupati Agara, Raidin Pinim itu.

H. Asbi mengatakan bebek petelur bantuan Pemkab Agara itu tidak boleh diperjualbelikan, melainkan harus dipelihara.

Pasalnya, Pemkab Agara menargetkan swasembada telur di Agara, sehingga mampu memasok ke Kabupaten tetangga Gayo Lues hingga ke Sumatera Utara.

Ini merupakan salah satu Program Pemkab Agara untuk meningkatkan kesejahteraan perekonomian masyarakat setempat.

Distan Agara akan memonitoring terkait bebek petelur bantuan yang disinyalir diperjualbelikan kelompok penerima.

Jika informasi tersebut benar, maka Distan akan memasukkan peternak dan kelompoknya dalam black list, sehingga takkan mendapat bantuan apa pun lagi.

“Ada informasi bebek petelur yang telah dibagikan kepada kelompok ternak diperjualbelikan. Bahkan ada yang sempat membawa ke pasar hendak dijual. Namun, enggak sempat dijual karena ada warga yang melarang beli bebek bantuan itu,” kata Kadistan Agara, H. Asbi SE.

Dikatakan, program bantuan bebek petelur merupakan program Visi dan Misi Drs Raidin Pinim MAP – Bukhari.

Tujuannya untuk mewujudkan Agara penghasil telur untuk memenuhi kebutuhan permintaan telur di daerah dan Sumatera Utara.

Tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan perekonomian masyarakat Tanah Alas.

Menurut H. Asbi, rencananya total bantuan yang disalurkan mencapai 84.459 bebek petelur dengan anggaran Rp 8,7 miliar.

Bebek petelur itu dibagikan kepada 194 kelompok ternak, masing-masing kelompok diberikan 500 bebek.

“Alhamdulillah kita sudah salurkan 60.000 bebek petelur. Saat ini penyaluran bebek petelur di bawah pengawasan Tim Pengawal Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Negeri Aceh Tenggara tuntas disalurkan,” katanya. (MNJI:AGR-4478)