Sulawesi Tenggara

Dampak C-19, Kajati Sulut & Ketua IAD Wilayah Sulut Berbagi Bersama Pegawai dan Masyarakat

MANADO, Joernalinakor.com – Wabah virus corona (Covid-19) memberikan dampak yang luar biasa bagi dunia, tidak terkecuali bagi Indonesia. Social Distancing yang disarankan pemerintah kini memasuki minggu ke-4 dan dampak ekonomi mulai dirasakan masyarakat.

Mencermati dampak tersebut maka sejak Selasa dan Rabu (14-15/04/2020), Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kajati Sulut) Andi Muh Iqbal Arief SH MH dan Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Wilayah Sulut Ny Nurhayati Andi Muh Iqbal Arief berbagi kasih dengan memberikan tali Asih kepada pegawai Kejati Sulut dan Masyarakat Kota Manado yang layak menerima bantuan.

“Bantuan yang diberikan Kajati dan Ketua IAD wilayah Sulut yakni berupa bahan kebutuhan pokok sehari-hari seperti beras, minyak goreng dan gula,” kata Kasi Penkum Kejati Sulut Yoni E Mallaka SH dalam keterangannya.

Selain itu, kata Kasi Penkum, masker juga diberikan kepada Seluruh Pegawai Tata Usaha, Honor/THL, Cleaning Service dan Security di halaman Kantor Kejati Sulut, Manado. Sementara Ibu-ibu Pengurus IAD Wilayah Sulut, Ibu-ibu Purna Adhyaksa, para Driver Ojek Online, petugas Kebersihan dan masyarakat lainnya diberikan sembako.

“Pembagian masker kepada seluruh pegawai diberikan oleh Kajati Sulut dan Ketua IAD Wilayah Sulut disaksikan Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sulut A. Dita Prawitaningsih SH MH, Para Asisten, Kabag TU dan ibu Yoan Y. Stanley Bukara selaku Penggurus IAD Wilayah Sulut,” ungkap Kasi Penkum.

Sementara pembagian Tali Asih kepada masyarakat yang dijumpai dipimpin langsung oleh Ketua IAD Wilayah Sulut Ny Nurhayati Andi Muh Iqbal Arief didampingi pengurus dan anggota IAD Wilayah Sulut dengan cara mengitari Kotamobagu Manado.

“Pembagian tali asih ini diberikan kepada masyarakat yang dijumpai termasuk para pengendara Ojek Online, Petugas Kebersihan dan lain-lainnya,” tandas Yoni.

Ketua IAD Wilayah Sulut menyebut meski diharuskan saling berjauhan oleh karena virus Corona atau c-19 namun rasa kemanusiaan haruslah tetap dekat.

“Kegiatan IAD di waktu sulit ini adalah waktunya untuk berbagi walau kita diharuskan untuk saling berjauhan karena untuk menghindari terpaparnya virus Covid,” ujar Nurhayati.

Selain itu diharapnya masyarakat tetap di rumah sesuai anjuran pemerintah dan biarlah IAD Wilayah Sulut yang datang berbagi, menemui langsung para pekerja upah harian.

“Dengan memberikan tali asih ini, setidaknya kami IAD Wilayah Sulut ikut meringankan beban hidup para pekerja upah harian. Bersama kita melawan virus Covid. Semoga keadaan ini cepat kembali normal dan bisa dilalui dengan selamat,” harapnya. Vendry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *