Papua

Dari Pintu ke Pintu, Personil Satgas Yonif 713/ST Salurkan Zakat Fitrah

PAPUA, joernalinakor.com – Dansatgas Yonif 713/ST Letkol Inf Dony Gredinand S.H M.Tr.Han M.I.Pol menyebut kegiatan Satgas Yonif 713/Satya Tama berupa pemberian Zakat Fitrah kepada Kaum Dhuafa atau Orang tua, bertujuan untuk membangun komunikasi yang baik agar tercipta kemananan dan kenyamanan di wilayahnya.

“Pemberian Zakat Fitrah kami jajaran Satgas Yonif 713/ST lakukan secara bergantian di seluruh pos yang ada di jajaran kami untuk disalurkan kepada orang yang berhak membutuhkan,” kata Dansatgas Letkol Dony melalui Pabintal Lettu Arm Jeckson Siallagan STh, Sabtu (23/05/2020).

Menurut keterangannya pada penyaluran Zakat Fitrah tersebut tersebar di dua pos berbeda yakni Pos Kotis dan Pos Skamto.

“Pembagian zakat fitrah Personil Pos Kotis Satgas Yonif 713/ST yang dipimpin oleh Ustad Praka Farhad dilaksanakan di sekitaran Distrik Muara Tami Kota Jayapura,” ungkap Dansatgas.

Sementara personil Pos Skamto lanjutnya, yang dipimpin langsung oleh Kapten Inf Supriyanto (Danki A Satgas Yonif 713/ST) digelar di sekitaran Arso 1, Kabupaten Keerom Kota Jayapura Provinsi Papua.

“Untuk efektivitas waktu, susunan kegiatan sudah ditentukan Satgas Yonif 713/ST, mulai dari pembungkusan, keberangkatan hingga pembagian zakat yang menyasar ke rumah-rumah warga sesuai data panitia penyalur zakat,” pungkasnya.

Dankipur A Kapten Inf Supriyanto mengungkapkan bahwa kegiatan ini bukan hanya ikut serta membantu memberikan Zakat Fitrah namun sebagai jembatan untuk lebih mendekatkan diri kepada masyarakat.

“Disamping pembagian ini kami juga menggali informasi yang berkembang di desa binaan supaya tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan justru terjalin komunikasi dan keamanan,” ujar Kapten Supriyanto.

“Kenali, dekati dan rangkul supaya tidak ada jarak diantara kita TNI dengan Rakyat,” pungkasnya.

Sementara Praka Farhad Alamri didampingi rekan Provostnya Pratu Agus Triyanto menyusuri dan menyalurkan zakat fitrah kepada Kaum Dhuafa di wilayah Perbatasan RI-PNG Skouw masing-masing a/n bapak Anas 62 tahun, Ibu Trinci Lomo 60 tahun dan 4 kaum dhuafa lainnya.

“Zakat fitrah ini hukumnya wajib, karena termasuk Rukun Islam yang keempat. Beda dengan infak ataupun bersedekah yang tidak disebutkan nominalnya. Akan tetapi apabila zakat fitrah untuk perorangnya dia diwajibkan membayar dengan harga beras seberat 1 Kg,” tutur Farhad.

Ucapan terimakasih dan rasa haru atas pemberian zakat ini pun terlontar dari warga penerima zakat. “Tidak disangka dan diduga memang kalau sudah ditakdirkan Allah SWT rezeki itu pasti ada dan datang sendiri melalui perantara Bapak-bapak TNI yakni Yonif 713/Satya Tama yang sedang tugas di sini.”

“Besar harapan doa kami, semoga bapak-bapak satgas sukses berhasil dan sehat selalu dalam tugas,” tutupnya. Vendry

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close