Banten

Datang ke Pengundian Nomor Urut Naik Ambulans, Helldy Sebut Cilegon Lagi Sakit

CILEGON, Joernalinakor.com – Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Cilegon Helldy Agustian dan Sanuji Pentamarta kembali membuat kejutan saat datang ke hotel tempat pengundian nomor urut yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU), Kamis (24/9/2020) siang tadi.

Jika pada saat pendaftaran Helldy-Sanuji mengendarai angkutan kota (angkot), kali ini saat pengambilan nomor urut mereka datang dengan mengendarai sendiri mobil ambulans. Helldy menyetir sendiri mobilnya, Sanuji dan Tim Koalisinya duduk di dalam mendampingi.

Usai pengundian dan mendapat nomor urut 4, Helldy menjelaskan maksud tujuannya naik ambulans kali ini. Helldy menyebut Kota Cilegon sedang sakit, dan butuh pemimpin komitmen untuk mengobati problematika yang ada.

“Kota Cilegon sekarang lagi sakit, sakitnya tahu kan? Pengangguran, pendidikan susah, pelayanan dasar kurang baik. Ambulan ini kita bawa sebagai bentuk pelayanan. Mudah-mudahan Kota Cilegon tidak sakit lagi. Bagaimana orang Cilegon lebih sehat,” ujar Helldy saat ditanya wartawan.

Kedepannya, Helldy juga ingin layanan dasar untuk masyarakat Kota Cilegon lebih baik lagi.

“Pelayanan kesehatan akan kita maksimalkan, dalam bentuk apa? Salah satunya tidak boleh lagi orang menunggu di rumah sakit atau di Puskesmas lebih dari 20 menit. Nanti kita bikin sistemnya, dibuatkan aplikasinya,” jelas calon walikota yang diusung Partai Berkarya dan PKS ini.

Bentuk pelayanan kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat, selain ambulans gratis dan penanganan cepat di Puskesmas, Helldy juga ingin dokter bisa datang langsung ke rumah warga.

“Akan ada program Puskesmas keliling, dimana nanti dokter akan datang ke rumah-rumah masing-masing warga. Itu sudah jadi program kami,” tegasnya.

Helldy memastikan pemimpin baru akan melahirkan Cilegon baru.

“Pendidikannya susah, mau bikin sekolah aja agak sulit, UMKM kita belum tumbuh. Dengan nomor empat, satu dua tiga ini hal yang biasa. Empat ini akan jadi pemimpin baru, Cilegon Baru,” imbuhnya.

“Kita tinggalkan Cilegon lama, dalam arti yang buruk kita tinggal. Cilegon akan serba digital kedepannya,” pungkas Helldy.

Sementara itu, Calon Wakil Walikota Cilegon Sanuji Pentamarta membacakan Deklarasi Pilkada Cilegon Akur Sedulur, dimana hal tersebut diisi oleh empat point. Seperti, mengajak seluruh kandidat calon walikota dan wakil walikota, tim sukses dan relawan untuk menjadikan Pilkada 2020 ini sebagai ajang pertarungan ide, dan gagasan untuk menjadikan Cilegon lebih baik.

“Dan menghindarkan permusuhan serta perpecahan diantara sesama warga Cilegon,” jelasnya.

Sanuji juga meminta seluruh masyarakat, komisioner KPUD, Bawaslu, aparat kepolisian, dan insan media bersama-sama melakukan pengawasan agar Pilkada 2020 di Kota Cilegon terbebas dari unsur tekanan. Dan, politik uang agar terpilih calon walikota dan wakil walikota yang berkualitas demi kemajuan, dan kesejahteraan masyarakat Cilegon.

“Meminta kepada seluruh aparatur sipil negara, dan penyelenggara pemilu dari tingkat TPS hingga kota, serta Bawaslu Cilegon agar bisa bertindak netral. Sehingga terlaksana Pilkada yang luber jurdil,” pungkasnya.
(Him/Renita)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close