CorruptionSumatera Utara

Diduga Korupsi Dana Kelurahan TA. 2019, Oknum Lurah Sibuluan Nalambok Dilaporkan Ke Kejaksaan Negeri Sibolga

TAPTENG SUMUT, Joernalinakor.com– DPD LSM INAKOR Sibolga-Tapanuli Tengah Melaporkan Oknum Lurah Sibuluan Nalambok, Togar Banjarnahor ke Kejaksaan Negeri Sibolga, dan Laporan Dugaan Korupsi tersebut diterima pihak Kejaksaan Negeri Sibolga, melalui Kepala Tata Usaha, H. Sianipar, pada Rabu, (01/04/2020).

Pasalnya, Oknum Lurah Sibuluan Nalambok, Kecamatan Sarudik Kab.Tapanuli tengah di Duga telah melakukan penyalahgunaan wewenang dan Jabatan dalam penyelenggaraan Program Peningkatan Kualitas Pelayanan Kecamatan dan Kelurahan atau Dana Kelurahan Ta.2019, sehingga menimbulkan kerugian uang Negara mencapai Ratusan juta Rupiah.

Laporan Dugaan Korupsi Dana Kelurahan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua DPD LSM INAKOR Sibolga-Tapteng, Irwansyah Daulay didamping Sekretaris, Herbert Roberto Sitohang, Ketua Bidang Pemantau kinerja aparatur Negara, Anggiat Tambunan, dalam konfrensi Pers yang mereka gelar di Kantor DPD INAKOR jln.Sibolga-P.Sidempuan, Sibuluan Km.7,5, Pandan, usai melakukan pelaporan ke Kejaksaan Negeri Sibolga.

Dalam Keterangan Pers nya, Irwansyah mengatakan, Hari ini DPD LSM INAKOR Sibolga-Tapteng Resmi Melaporkan Dugaan Korupsi Dana Kelurahan TA. 2019 di Kelurahan Sibuluan Nalambok Kecamatan Sarudik Kab.Tapanuli tengah”, jelasnya.

Disebutkan, Kegiatan Dana Kelurahan Sibuluan Nalambok, Kecamatan Sarudik tahun 2019 lalu ada sebanyak tiga Titik, diantaranya dilingkungan I, Pembangunan jalan Rabat Beton dan Paving Blok sepanjang 147 meter, dilingkungan II Pembangunan Jalan Rabat beton sepanjang 187 meter, dan dilingkungan III Pembangunan Rabat Beton Sepanjang 99 meter.

“Dari hasil Investigasi yang dilakukan oleh TIM kami bahwa Kegiatan Dana Kelurahan di Kelurahan Sibuluan Nalambok ada sebanyak tiga, (3) titik, diantaranya dilingkungan I, Pembangunan jalan Rabat Beton dan Paving Blok sepanjang 147 meter, dilingkungan II Pembangunan Jalan Rabat beton sepanjang 187 meter, dan dilingkungan III Pembangunan Rabat Beton Sepanjang 99 meter, dan total pekerjaan keseluruhan adalah sepanjang 433 meter”, sambung Irwansyah.

“Dana Pembangunan Jalan Rabat Beton dan Paving Blok di Lingkungan I adalah sebesar Rp.136.586.415, di lingkungan II sebesar Rp.156.537.600, dan di Lingkungan III sebesar Rp.95.512.985, jadi total seluruh Dananya sebesar Rp.388.637.000”, Timpal Irwansyah Daulay.

Ketua Bidang Pemantau kinerja aparatur Negara Dpd Lsm Inakor Anggiat Tambunan yang memimpin TIM dalam Investigasi dana Kelurahan tersebut, pada kesempatan itu mengatakan bahwa Laporan Dugaan Korupsi Dana Kelurahan TA. 2019 di kelurahan Sibuluan Nalambok, diketahui berdasarkan hasil investigasi yang mereka lakukan.

“Sejak awal pelaksanaan Dana Kelurahan di Kelurahan Sibuluan Nalambok telah kami amati, dan visual kegiatannya juga kami lakukan”, tutur Anggiat Tambunan.

“Setelah Pelaksanaan Kegiatan di tiga Lingkungan di kelurahan tersebut, kami kembali melakukan investigasi, dengan mengukur fisik jalan rabat beton yang dikerjakan”, Sambung Anggiat Tambunan.

Dalam Laporan Dugaan Korupsi yang mereka layangkan, bahwa telah diuraikan secara rinci total penggunaan Dana untuk fisik, biaya operasional dan lainnya.

“Dalam Surat Laporan kami hari ini, kami telah beberkan rincian poin-poin kegiatan yang dilaksanakan, diantaranya Nilai fisik kegiatan Pembangunan jalan rabat beton dan Paving blok yang dilaksanakan, Biaya Operasional Kegiatan, PPN+PPh 11,5%, dan Rincian Dugaan Dana yang di duga Dikorupsi kan”, tegas Anggiat Tambunan.

“Kesimpulan Dugaan Dana Kelurahan yang diduga dikorupsi tersebut setelah kami melakukan perhitungan harga berdasarkan Satuan Standart Harga yang ditetapkan Pemkab Tapteng, jadi besaran Dana Kelurahan yang diduga dikorupsi mencapai Ratusan juta Rupiah, tapi untuk saat ini kami tidak boleh menyampaikannya secara rinci, sebab laporan baru kami sampaikan hari ini, dan menunggu Proses Hukum dari Kejaksaan Negeri Sibolga, kami yakin Kajari Sibolga yang sekarang pasti bekerja sesuai Tupoksinya”, Tandas Anggiat Tambunan.

Menambahkan keterangan Pers LSM INAKOR, Sibolga-Tapteng Herbert Roberto Sitohang Selaku Sekretaris, meminta Bupati Tapanuli Tengah untuk mengambil sikap.

“Melanjutkan apa yang telah disampaikan oleh rekan kami, saya selaku Sekretaris LSM INAKOR Sibolga-Tapteng, pada kesempatan ini menyampaikan agar Bupati Tapanuli Tengah Bapak Bakhtiar Ahmad Sibarani untuk mengambil sikap tegas”, sebut Herbert Roberto Sitohang.

“Setelah Tembusan Laporan kami ini, kami sampaikan kepada Bupati Tapteng, kami meminta agar Bapak Bakhtiar Ahmad Sibarani melakukan Evaluasi terhadap Lurah Sibuluan Nalambok, yang mana tujuannya agar hal serupa tidak terulang kembali, mengingat Dana Kelurahan untuk Tahun 2020 sebentar lagi akan bergulir”, lanjut Herbert.

“Pada Prinsipnya kami sangat mendukung sepenuhnya seluruh Program Bupati Tapteng, Bapak Bakhtiar.A.Sibarani yang kami tau selalu pro rakyat, dan kami juga yakin bahwa beliau pastinya mendukung pemberantasan korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) di Tapanuli tengah. Dan agar terwujudnya pemerintahan tapteng yang bersih dan bebas dari KKN, kami menghimbau beliau harus mengangkat aparatur yang mempunyai kredibilitas baik, dan bukan oknum-oknum aparat bermental Korup”, pungkas Herbert.

Oknum Lurah Sibuluan Nalambok, Togar Banjarnahor, yang diketahui memulai karirnya sebagai ASN,(PNS), sebagai Guru di SMA N I Sibolga, ketika dimintai Tanggapannya terkait Laporan LSM terhadap dirinya, tidak berkomentar saat dikonfirmasi via WA.

Selanjutnya, Oknum yang pernah menjabat sebagai Kabid di BPBD Kab. Tapanuli tengah, Masa Raja Bonaran Situmeang, SH, M.Hum menjabat Bupati, saat dicoba ditemui ke kantornya di Jln. Karya Bakti No.35, Kelurahan Sibuluan Nalambok, pada Kamis, (02/04) Togar mengaku sedang sibuk, dan tidak sempat dikonfirmasi lalu pergi meninggalkan awak media ini.

(Ferry Sitohang/MNJI).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close