EconomiJambi

Efek Virus Corona Hantam Petani Karet di Bungo

KAB. BUNGO, Joernalinakor.com – Hampir selama 3 bulan virus corona merajalela. Tak cuma di China, penyakit menular itu telah masuk ke berbagai negara di dunia. Dampaknya juga semakin tak terkendali.

Tak hanya korban nyawa, ekonomi China yang berkontribusi besar terhadap perekonomian dunia juga dibuat kian suram. Negara mitra utamanya pun terdampak.

Berikut joernalinakor.com rangkum dari berbagai sumber, Senin (09/03/2020).

Efek buruk virus tersebut juga tak dapat dihindari, di segala sektor perdagangan serta ekspor impor babak belur. Wabah ini membuat aktivitas pabrik melambat selama bulan Februari.

Hari ini, senin (09/03/2020) harga pasaran karet dunia menurut versi sgx.com terus mengalami penurunan hingga (-7.4/-5.67%) tentunya ini akan berdampak buruk terhadap harga karet dikalangan petani.

Di Kabupaten Bungo Provinsi Jambi, petani karet semakin menjerit karena harga komoditas tersebut semakin jatuh bahkan hingga mencapai Rp 6 ribu untuk satu kilogram dalam minggu ini.

“Kito bukan lagi menjerit, kalau dak malu mungkin lah menangis, bayangkan be hargo getah kinin lebih murah pulo dari hargo beras,” jelas Aljupri, salah satu petani karet di Dusun Tanjung Agung, Kecamatan Muko Muko Bathin VII, Bungo.

Aljupri mengungkapkan, tidak jadi masalah jika harga karet murah, tetapi bahan pokok juga harus ikutan murah. Sebab untuk mencukupi kebutuhan keluarga saat ini semakin sulit.

“Yo katonyo hargo karet turun akibat isu Virus Korona, tapi sayo bingung apo hubungannyo, orang luar yang keno Virus Korona ngapo kito disiko yang keno dampaknyo,” ucapnya.

Ia mengaku, hasil pendapatannya tak cukup untuk membiayai kebutuhan keluarganya sehari-hari, bahkan membiayai kebutuhan anak sekolah. Aljupri berharap pemerintah segera turun tangan dengan permasalahan tersebut.

“Tolong lah, kepado pemerintah pikirkan kami rakyat kecik iko,” harapnya. (tim)