Utama

Haru ! Sebulan Di Tahanan Polresta Manado, Ari Tahiru Kakek Buta Huruf 67 Tahun Akhirnya Bisa Kembali Ke Rumah

Manado, Joernalinakor.com –
Ari Tahiru pemilik lahan tanah adat (warisan) disalah satu kompleks perumahan elit Citraland yang ditangkap pada 18 Agustus 2021 lalu oleh petugas Polresta Manado, kini telah kembali kerumahnya.

Kala itu Ari ditangkap karena disangka lakukan pengrusakan salah satu pagar pembatas atas laporan manajemen Citraland dan ditahan sekira satu bulan lebih. Setelah selesai pengurusan untuk kebebasannya dari tahanan Polresta Manado, Senin (20/9/2021) sore, Ari Tahiru dijemput keluarga bersama kuasa hukumnya James Tuwo serta Inspektur Komando Daerah Militer XIII/Merdeka Brigjen TNI Junior Tumilaar pun turut sambut Ari di depan pintu Polresta Manado.

Terdapat suasana haru dalam penjemputan Ari Tahiru saat keluar dari tahanan, Jenderal TNI bintang satu Tumilaar langsung memeluk Ari dengan mata berkaca kaca air mata mengalir dipipinya karena haru dan bahagia.

“Jangan menzolimi rakyat kecil. Berikan keadilan yang dibutuhkan,” kata Tumilaar.

Ia dan pengacara James Tuwo kemudian memakaikan Ari Tahiru baju baru.

“Saya melakukan ini karena panggilan hati nurani. Saya tidak membawa nama institusi,” ujarnya.

Sebagai informasi, sebelumnya saat Ari Tahiru ditangkap dan ditahan Polresta Manado, Tumilaar mengirim surat terbuka ke Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Surat dengan tembusan Panglima TNI, KASAD, Pangdam XIII/Merdeka dan anggota DPR RI Hillari Lasut itu sebagai bentuk keprihatinannya atas perlakuan diskriminatif terhadap Tahiru dalam kasus kepemilikan tanah di kawasan Citraland.

Surat terbuka ini juga sebagai bentuk keberatan dengan sikap penyidik yang memanggil Babinsa untuk dimintai keterangan.

Dalam surat tersebut, Tumilaar mengingatkan Kapolri mengenai status tanah dan keabsahan dokumen Ari Tahiru. Ia juga menginformasikan kalau sudah pernah mengingatkan Kapolda Sulawedi Utara bahwa Ari Tahiru adalah pemilik tanah yang sah, jauh sebelum Perum Citraland dibangun.

Adapun, Ari Tahiru sang pemilik lahan tanah adat dari sang ibu dengan adik kakaknya diketahui mendapat warisan tanah seluas 32.482 meter persegi berdasar dokumen register tanah dan surat ukur yang tetcatat dalam Register Desa Pineleng Nomor 302/12/X11/82. Ia ditangkap di tahan di Polresta Manado karena laporan manajemen Citraland yang menuduhnya merusak tembok pembatas antara wilayah Citraland fan tanah Lintje Monintja kepada anak anak Tahiru bersaudara (suami Lintje Monintja adalah Baco Tahiru)

Ia ditangkap di kawasan perumahan citraland.Penangkapan pria buta huruf 67 tahun itu sebagai aksi tindak lanjut atas laporan manajemen citraland dan tindakan kepolisian mendapat perhatian sejumlah kalangan karena menurut keluarga, Ari hanya memindahkan secara rapi tiga beton agar dapat mengakses masuk ke kebunnya karena tembok pembatas berdiri di atas tanah warisan ibunya yang sesuai sejumlah dokumen asli yang dijadikan dasar pegangan kepemilikan Ari Tahiru dan keluarga.
(Team/Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *