HukumSulawesi Utara

Hukum Tua Malenos Baru di Tahan, LSM INAKOR Apresiasi Kejari Minsel

MINSEL, Joernalinakor.com – “Patut diacungi jempol atas prestasi dan kerja Kejaksaan Tinggi (Kejari) Minahasa Selatan (Minsel) Terkait penahanan terhadap Hukum Tua Malenos Baru paska ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor),” ungkap ketua LSM INAKOR Minsel Noldy Poluakan.

“Kami sangat bangga dengan kerja keras serta prestasi Kejari Minsel dan ini adalah hadiah bagi masyarakat Minsel dan LSM INAKOR Minsel, karena begitu ngotot dan gigi serta konsisten mengawal kasus ini sampai pada tahap sekarang ini, sekaligus hadiah dalam rangka peringatan hari Anti Korupsi sedunia.” Tutup Nopol.

Usai ditetapkan sebagai tersangka, oknum Hukum Tua (Kumtua) berinisial (ST) langsung ditahan dan digiring pihak Kejaksaan Negeri setempat ke Rumah Tahanan (Rutan) pada kamis siang (10/12/2020).Terungkapnya kasus dugaan korupsi Dana desa (Dandes) Desa Malenos Baru, Kecamatan Amurang Timur, Minahasa Selatan tahun 2017-2019.

Dari informasi yang diperoleh penahanan ST telah memenuhi syarat dan ketentuan terkait Tindak Pidana Korupsi. Sehingga, tindakan Kejari itu perlu dilakukan untuk kelancaran proses hukum kedepan.

Kepala Kejari Minsel I Wayan Eka Miartha, SH. MH. menyebutkan melalui Seksi Pidana Khusus Roger Hermanus, SH. “Yang bersangkutan sudah kami tahan dan dititip diRutan Amurang.” kamis (12/12/2020) siang tadi.

Penahanan terhadap ST, kata Hermanus, sesuai dengan batas waktu yang ditentukan. Proses hukum terhadap kasus dugaan korupsi yang merugikan Negara hingga ratusan juta rupiah itu, akan ketahap selanjutnya.

“kami tahan di Lapas selama 20 hari. Secepatnya berkas perkara akan ditindaklanjuti dan dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Manado,” ungkapnya.

Dugaan korupsi Dana Desa Malenos Baru awalnya terungkap dari hasil monitoring pemeriksaan Pihak Inspektorat Minsel yang bocor ke publik. Dari situlah sejumlah warga memberanikan diri melaporkan ketidakberesan penggunaan Dana Desa ke Kejari Minsel. Pihak Kejaripun langsung bergerak dengan melakukan penyelidikan hingga pada penetapan tersangka terhadap oknum Hukum Tua tersebut.

Kerugian Dana Desa yang merugikan Negara diperkirakan 500 juta rupiah. Belum termasuk dana silpa Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) tahun 2017 yang jumlahnya diperkirakan 100 juta rupiah, serta anggaran lainnya di tahun 2018 dan 2019.
(Vecky S. Weol)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close