ArtRagam

“IA TAK AKAN KURINDU, TAK JUGA KUBENCI”

Disaat Aku harus membicarakan tentang Ayah, Aku tidak pernah tahu apa yang harus aku katakan, meski Aku mengenal sosok Ayahku…

Ia telah pergi meninggalkan Aku, dan kedua Kakak kandungku, disaat Lebaran Idul Fitri Tahun lalu Rabu 5 Juni 2019, selepas kita berziarah ke kubur Almarhum Ibu…

Pada Lebaran Idul Fitri Tahun ini Minggu 24 Mei 2020, kitapun tidak lagi berkumpul dan bercengkerama. Dan saat ini, sudah tepat 2 tahun Ayah meninggalkanku…

Aku hanya tahu bahwa seorang anak pasti memiliki Ayah selain Ibu. Tapi saat ini Aku sudah tidak tahu lagi, apakah Aku memiliki Ayah atau tidak…

Aku tak pernah bisa membayangkan bagaimana rasanya dilimpahi kasih sayang yang tulus darinya, seperti yang Ia berikan selama ini, apakah itu semua masih bisa Aku rasakan…?

Bagiku saat ini, seorang Ayah itu Absurd. Aku tak akan pernah merindukan kehadirannya lagi dalam hidupku, tapi Aku juga tak akan membencinya…

Aku tak akan pernah bisa merasakan lagi, bagaimana kedekatan seorang anak laki-laki dengan Ayahnya…

Bagiku saat ini, Ayah itu tak pernah ada. Bukan karena Aku ingin mengingkari Fitrah kehidupan, tapi karena memang kenyataannya, sosok Ayah dalam hidupku saat ini sudah tidak ada lagi…

Aku tak akan pernah lagi menyicipi manisnya nafkah yang Ia berikan untukku, Aku tak akan pernah tahu lagi bagaimana caranya mencurahkan isi hati pada sosok bernama Ayah…

Aku tak akan pernah lagi merasakan, bagaimana nikmatnya bermanja-manja atau bercengkrama bersama sosok yang katanya selalu kuat menahan beban apapun demi anak-anak yang dicintainya…

Maka dari itu aku bisa mengatakan dengan sadar saat ini, bahwa Aku tidak akan pernah lagi merindukannya sama sekali, tapi tidak juga membencinya, sekalipun ia adalah Ayahku…

Demikianlah, Aku tak pernah bisa bercerita banyak tentang sosok yang katanya selalu dibanggakan oleh anak-anak mereka. Aku hanya bisa berdiam…

Saat ini, apakah Ia mengingatku…?
Mendo’akanku…?
Memimpikanku…?
Apakah itu bisa terjadi…?

Terkadang saat ini, Aku merasa kuat untuk mengatasi sendiri semua masalah dan beban dalam hidupku. Namun ternyata aku sadar, ada saat di mana aku sangat membutuhkannya…

Aku butuh pendapatnya, Aku butuh sarannya, Aku butuh kekuatan darinya, tapi untuk saat ini semua itu tidak akan terjadi…

Ayah…
Dalam keterbatasanku ini, Aku yakin Allah selalu menjagamu di manapun dirimu berada…

Terima kasih karena telah mengantarkan diriku mengenal dunia ini. Mungkin Aku tak pernah tahu, bahwa ada doamu dalam setiap jejak langkahku. Mungkin akan selalu ada harapmu dalam setiap desah nafasku…

Ayah…
Aku tahu keadaan ini tak akan mungkin membuat kita bisa bersama, karena pilihan jalanmu saat ini. Aku pun juga tidak banyak mengharapkan hal itu. Tapi aku selalu berdoa semoga kita bisa bahagia dengan jalan hidup kita masing-masing…

Ayah…
Hidup tanpa dirimu bukanlah hal yang mudah untuk kujalani. Kepergianmu telah menyisakan luka yang mendalam di hatiku. Luka yang teramat dalam hingga aku sendiri tak tahu lagi bagaimana cara mengobatinya…

Namun Ayah, bagaimanapun keadaanmu, tetap ingatlah aku dalam hidupmu. Selalu doakanlah yang terbaik untuk buah hatimu ini. Aku pun juga akan selalu mendoakan kesehatanmu. Di mana pun engkau berada, semoga Allah senantiasa menjagamu. Tapi engkau adalah satu-satunya sosok yang mampu membuatku merasa berguna dalam hidup ini…

Ayah…
Jika kamu adalah salah satu alasan Aku ada…
Kenapa setelah Aku ada, kamu yang tak ada saat ini…?

Salam,
Dari Anak Lelakimu ;

Muhammad Ridwan Mamonto
(Rhoy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Close