Art

ISRA’

Sembari melafalkan Asma-Mu
Terangkum menjadi lirik do’a
Kemudian segumpal darah
Memenuhi ruang jiwa yang temaram

Si Perantau dan thorikoh mahabbahnya
Menjejal ayat demi ayat
Yang sukar terbaca. Menginjak sembilan belas tahun
Aku, merasakan hal lain
Sentuhan karomah tahlil
Menyejukkan puisi-puisiku yang sedikit gelisah.

Perantau bukanlah yang melangkahkan kaki ke tanah asing
Perantau bukanlah musafir
Yang terlunta-lunta sampai ujung lautan
Mencoba menyelam menemukan setitik mutiara

Perantau adalah kita
Yang berjalan dimuka bumi
Mencari celah-celah abadi
Bagai Adam dan Hawa yang merindukan syurga.

2020
*Sri Hafsyah Ainul Banat Wilwaktikta, lahir di Bandung 9 Mei 2001. Beralamat di Kp. Maruyung Km. 08 RT 05/RW 11 Ds. Maruyung Kec. Pacet Kab. Bandung. Masa remaja dihabiskan belajar di Pondok Pesantren Al-Istiqomah Al-islami. Aktif menulis sejak masih duduk dibangku SMA. Kini aktif belajar puisi di Sanggar Menara Madris.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *