Banten

Jamin Keamanan Pada Perusahaan Milik Negara, Personel Ditpamobvit Polda Banten Gelar Patroli di Area PT PGN

SERANG – joernalinakor.com – Ditpamobvit Polda Banten melakukan pengamanan dan patroli di seluruh Objek Vital Nasional (Obvitnas) maupun Objek Tertentu (Obter).

Adapun patroli dan pengamanan kali ini dilakukan di PT Perusahaan Gas Negara (PGN) yang berada di wilayah hukum Polda Banten pada Sabtu, (21/05).

Pengamanan dan patroli ini dilakukan oleh Brigpol M Alfian bersama Brigpol Sahrul, Brigpol Riza, Briptu Dwi Ahmad serta diikuti seluruh security PT Perusahaan Gas Negara.

Saat dikonfirmasi, Dirpamobvit Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi membenarkan terkait pengamanan tersebut. “Hari ini personel Ditpamobvit Polda Banten telah melakukan pengamanan di seluruh area PT Perusahaan Gas Negara. Pengamanan ini dilakukan dalam rangka memberikan jaminan keamanan pada salah satu objek vital yang menjadi mitra Polda Banten,” ucap Edy Sumardi.

Edy Sumardi menjelaskan dalam pengamanan tersebut, dilakukan oleh personel gabungan yang mana mereka melakukan pemeriksaan di seluruh area perusahaan. “Pengamanan ini dilakukan personel gabungan yaitu dari personel Ditpamobvit Polda Banten dan security PT Perusahaan Gas Negara. Dimana mereka semua melakukan pemeriksaan terhadap seluruh kendaraan dan juga tamu maupun karyawan yang masuk ke kawasan perusahaan. Hal ini dilakukan guna mencegah terjadinya hal-hal yang tidak di inginkan,” ucap Edy Sumardi.

“Selain itu, mereka juga melakukan patroli menggunakan motor maupun mobil untuk menyusuri seluruh area yang dianggap rawan serta tidak lupa juga untuk melakukan pengecekan melalui CCTV guna memastikan situasinya benar-benar aman,” lanjutnya.

Sementara itu, Brigpol M. Alglfian salah satu personel yang melakukan pengamanan menyatakan bahwa kegiatan pengamanan di Kawasan PT Perusahaan Gas Negara tersebut berjalan dengan aman dan lancar. “Alhamdulillah untuk kegiatan pengamanan ini berjalan dengan aman dan lancar. Selama patroli tidak ada gangguan yang menonjol yang mengakibatkan terganggunya kegiatan operasional perusahaan maupun kegiatan masyarakat sekitar,” tutupnya. (Abdulrohim)