Jawa BaratKAB. PANGANDARAN

JELANG MUDIK DAN LIBUR IDUL FITRI 1443 H, PEMDA PANGANDARAN GELAR RAKOR BERSAMA POLRES PANGANDARAN

Sebanyak 422 orang tenaga kesehatan dipersiapkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran dalam rangka mudik dan liburan idul fitri  1443 H, hal ini disampaikan oleh Kepala dinas kesehatan Kabupaten pangandaran Yadi Sukmayadi, S.Kep pada acara Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Operasi Ketupat Lodaya dalam rangka pengamanan hari raya idul fitri 1443 H tahun 2022 diwilayah hukum polres, bertempat  Aula Polres Pangandaran – Parigi, Selasa, 19/4/2022.

Kegiatan ini di hadiri oleh Bupati Pangandaran H jeje Wiradinata, Kapolres Pangandaran AKBP Hidayat S.I.K SH, Perwakilan DPRD Kab Pangandaran, Perwakilan kodim 0613 ciamis, Camat, danramil, dan Kapolsek se-kab Pangandaran

Tenaga kesehatan tersebut terdiri dari dokter 44 orang, Perawat 296 orang, ATLM 34 orang, Supir ambulanc 30 orang serta tim monitoring 18 orang.

selain itu kesiap siagaan jajaran kesehatan kabupaten pangandaran akan mendirikan 28 buah pos kesehatan yaitu  pos kesehatan jalur protokol 9 buah, pos kesehatan non protokol 6 buah, pos kesehatan tempat wisata 11 buah dan pos kesehatan terpadu 2 buah serta untuk pos kesehatan di puskesmas pelayanan kegawat daruratan buka 24 jam

Bagi wisatawan yang belum divaksin dosis 2 dan dosis 3 (booster) didirikan juga grai vaksin di lokasi wisata, yaitu di pantai karapyak, karangnini, kantor PIC, pantai timur, pos PPKM, parkir timur batuhiu, citumang, pantai batukaras, madasari green canyon

sedangkan untuk sarana tenda poskes 15 buah, velbed 13 buah, ambulance 27 buah

Menurut Bupati Pangandaran ia berharap penanganan mudik dan libur idul fitri  1443 H, tahun ini berjalan lancar

“ Hari ini kita rakor penangannan mudik dan libur lebaran, Penanganannya diharapkan lebih mikro, lebih detail sehingga nanti mudah-mudahan mudik kita lancar, arus balik juga lancar, yang kedua kunjungan wisata juga lancar walaupun kita sudah memprediksi bahwa tingkat kunjungan dan mudik tentu akan lebih banyak karena mereka 2 tahun baru boleh mudik dan kedua liburnya 10 hari. Ini akan luar biasa, kita akan pantau terus,” ujarnya

Iapun menghimbau pada wisatawan agar senantiasa menjalankan protokol kesehatan

“ Nanti ke tempat-tempat wisata ada barcode peduli lindungi, Prokes juga sama, seperti biasa walaupun kita level satu,” imbuhnya

sedangkan guna mengantisipasi kenaikan volume lalulintas yang masuk, dalam rakor inipun disampaikan rekayasa lalulintas di objek wisata wilayah kabupaten pangandaran.(red)