Utama

Kabiro Media Buser Bhayangkara74 Garut Berpartisipasi Dalam Membangun Mesjid Nurul Falah

GARUT, Joernalinakor.com – IBADAH adalah hal yang wajib direalisasikan oleh siapapun,termasuk oleh kita, baik itu ibadah Habluminalloh (ibadah kepada Alloh SWT) ataupun ibadah Habluminannas (ibadah terhadap sesama manusia). Kedua ibadah tersebut (Habluminalloh dan Habluminannas, red) adalah rangkaian cara beribadah yang wajib kita jalankan, kita laksanakan, kita realisasikan, dan kita implementasikan dalam amalan kehidupan sehari – hari.

Dalam hal ini , Ibadah Habluminannas “Khoerunnasu Anfa Uhum Linnas” artinya “Sebaik – baik manusia memberi manfaat terhadap sesamanya“. Dalam kalimat tersebut tertanam diantaranya di sosok dan jiwa awak media Buser Bhayangkara74 Garut Jawa Barat yang bernama Bambang

Begitu luar biasa, partisipasi awak media tersebut, tentu ini berkat keikhlasannya dalam mengemban amanah sebagai Hamba Alloh yang wajib untuk selalu bersyukur padaNya.

Bambang selaku Kepala Biro (Kabiro) Media Buser Bhayangkara74 Garut Jawa Barat, dalam upaya menghimpun anggaran untuk pembangunan Masjid Nurul Falah dengan target Rencana Anggaran Biaya (RAB) sebesar 300 juta rupiah, Alhamdulillah kini masjid tersebut tinggal beberapa persen lagi akan rampung dalam pembangunannya.

Pada awalnya, sarana tempat ibadah bagi warga Kampung Pasirgoong yang berlokasi di RT. 03, RW. 11 Desa Cibatu Kecamatan Cibatu Kabupaten Garut itu berupa bangunan musolla dengan ukuran 5 x 7 m2. Kemudian direhab pada tahun 1992, lalu dibangun permanen dengan ukuran 8 x 10 m2.

Sehubungan dengan pembangunan musolla tersebut yang tersendat karena faktor biaya pendanaan/anggaran biaya, maka bangunan musolla yang berubah menjadi bangunan sebuah masjid bernama Masjid Nurul Falah yang sebagai sarana tempat peribadatan warga kampung tersebut, dan karena keterbatasan anggaran biaya hingga tahun 2019, musolla tersebut dibiarkan hingga konstruksi bangunannya akan roboh.

“Masjid ini memang nyaris akan roboh, kemudian saya berinisiatif untuk mengadakan bermusyawarah dengan warga Pasirgoong, “Bagaimana caranya agar Masjid Nurul Falah yang akan roboh bisa dibangun ?” kata Ustadz Ujang Saepudin selaku tokoh agama di kampung tersrbut.

Lanjutnya, “Alhamdulillah setelahnya kami bermusyawarah, antusias masyarakat terhadap sarana peribadatan ini menaruh kepeduliannya dengan sangat luar biasa sekali atas tanggapannya, dan selanjutnya setelah kami menghubungi Bapak Bambang selaku Wartawan media Buser Bhayangkara74, selanjutnya kami mengadakan musyawarah untuk membentuk Kepanitiaan dalam Masjid Nurul Falah ini.

Alhasil terbentuklah Susunan Panitia Pembangunan Masjid Nurul Falah Kp. Pasirgoong Desa Cibatu Kecamatan Cibatu Garut.

Adapun Susunan Panitianya sebagai berikut :

– Ketua Panitia : Bambang (Wartawan media Buser Bhayangkara74)

– Sekretaris. : Rohman
– Bendahara : Bunda Neni
– Pelaksana Pembangunan : Maman Supratman, dan Rohman

Kini ukuran bangunan masjid Nurul Falah yang berdiri di atas tanah waqaf dari Ma Udi seluas 15 tumbak yang awalnya berukuran 8 x 10 M2, kini menjadi 10 x 15 m2, dengan tahapan pembangunannya sampai saat ini sudah mencapai 60 persen, dari target anggaran biaya sebesar 300 juta rupiah”. ungkap Ustadz Ujang Saepudin M.

Tambah ustadz Ujang, Menurutnya musolla tersebut pertama berdiri, tampilan konstruksi bangunannya hanyalah bangunan duduk jendela, dan musola tersebut didirikan pada awal tahun 1970 oleh Aki Abas (Almarhum) yang merupakan keluarganya yaitu sebagai kakeknya (Kakeknya Ustad Ujang red), kemudian dibangun secara permanen pada tahun 1992 hingga tahun 2019 dengan kondisi fisik bangunannya belum pernah tersentuh lagi dalam kelanjutan pembangunannya, sehingga material bangunannya yang sudah menempel , semua pada usang dan lapuk yang dikhawatirkan bangunan itu nyaris ambruk.

Terkait dengan Masjid Nurul Falah yang akan roboh, Ketua Panitia Pembangunan Masjid Nurul Falah (Bambang, red) menyampaikan, “awal mulanya pada pukul 11 malam, Pak Ustadz Ujang Saepudin datang ke rumahnya membicarakan tentang Masjid Nurul Falah yang akan roboh, “Bagaimana caranya supaya masjid Nurul Falah bisa dibangunnya,” tutur Bambang selaku Ketua Panitia.

Berbekal dari Ketua Panitia, maka Bambang dengan gigih berupaya dalam menghimpun anggaran guna untuk selesainya pembangunan masjid tersebut.

Bambang mengatakan, sebenarnya masyarakat warga Kampung Pasirgoong begitu antusias untuk membangun sarana peribadatan, hanya sayangnya warga kami terkendala dengan keterbatasan biaya untuk membangun masjid ini, makanya guna untuk mewujudkan pembangunan masjid tersebut dapat terselesaikan, dengan disertai do’a, saya memohon kepada Pak Ustadz agar segera mengadakan musyawarah dan membetuk Panitia Pembangunan Masjid Nurul Falah, yang akhirnya terbentuklah Susunan Panitia Pembangunan Masjid Nurul Falah, dan saya mendapat amanat sebagai ketua panitianya”. Ucap Bambang.

“Selanjutnya saya menyarankan kepada warga Pasirgoong yang berjumlah sebanyak 125 KK (Kepala Keluarga, red) untuk mengumpulkan uang sebesar 2 ribu rupiah per KK, sebagai dana awal untuk dipakai pembuatan “Proposal Pembangunan Masjid Nurul Falah”. Dan terkumpullah uang sebesar 400 ribu rupiah untuk pembuatan proposal pembangunan masjid tersebut,” ungkap Bambang

Lanjut Bambang, Setelah proposal dibikin pada bulan Oktober tahun 2018, Ketua Panitia Pembangunan Masjid Nurul Falah (Bambang, red), langsung menyampaikannya kepada rekan-rekannya yang berada di Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam, serta pendekatan secara pribadi kepada para dermawan dan donatur, diantaranya kepada para kepala sekolah, kepala desa, Kapolres, Kapolsek, Danramil, serta Camat juga kepada masyarakat”. tuturnya

“Target pembangunan Masjid Nurul Falah sesuai Rencana anggaran biaya (RAB) yaitu sebesar 300 juta rupiah. Alhamdilulillah, uang yang telah diterapkan dengan konsep pembangunan secara bertahap dan merayap, tak terasa untuk pembangunan masjid ini hingga sekarang tahun 2021, pembangunan masjid ini sudah mencapai 180 juta rupiah.

Atas terealisasinya pembangunan Masjid Nurul Falah ini, meskipun dalam pembangunannya baru berjalan 60 persen, Saya atas nama pribadi dan atas nama panitia pembangunan masjid Nurul Falah, mengucapkan terimakasih kepada kepada masyarakat dan para donatur yang telah berpartisipasi dengan menyisihkan rezekinya, tenaganya dan pemikirannya, serta segala do’a nya guna untuk terselesaikannya pembangunan masjid ini, begitu juga saya ucapkan terimakasih kepada Ustadz Ujang Saepudin yang selalu memberikan support, “Semoga segala amal baik yang telah diberikan oleh para donatur untuk kepentingan sarana ibadah kita, dapat dibalas dengan pahala yang berlipat ganda oleh Alloh SWT, Aamiin Yaa Robbal Aalamiin”, ucap Bambang selaku Ketua Panitia Pembangunan Masjid Nurul Falah dan selaku Kabiro Media Buser Bhayangkara74 Garut.

Selanjutnya, “Kami selaku Panitia Pembangunan Masjid Nurul Falah Kp. Pasirgoong Desa Cibatu Kecamatan Cibatu, berharap dan menghimbau kepada saudara – saudaraku yang telah menerima proposal pembangunan Masjid Nurulccc Falah, agar memberikan atensinya dengan penuh keikhlasan, demi merampungkan pembangunan sarana tempat peribadatan ini.” Pungkasnya. (Kabiro CS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *