RIAU

Ketua LSM Inakor DPW Riau Soroti Pembangunan DAM Tahun 2019 Di Desa Lukun Yang Asal Jadi Tak Bisa Dimanfaatkan

Meranti, Joernalinakor.com – Unandra M.Saleh Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat(LSM)Indepen Nasional Anti Korupsi(INAKOR)Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Propinsi Riau Soroti Pembangunan DAM parit tahun 2019 di Desa Lukun Kecamatan Tebingtinggi Timur hasilnya sangat mengecewakan karena belum sampai setahun sudah retak retak dan tidak bisa dimanfaatkan warga yg bekerja sebagai petani,cetusnya Unandra

Pembangunan DAM Parit yang diberikan oleh Pemerintah melalui Dinas Pertanian Peternakan dan Ketahanan Pangan (DPPDKP) Kabupaten Kepulauan Meranti. Sebab, pembangunan yang bersumber dari dana DAK Bidang Pertanian tahun 2019 dengan biaya berkisar Rp.190 juta, yang dilaksanakan oleh Kelompok Tani (Poktan) Bina Lestari Lukun Sejahtera tidak bisa dimanfaatkan sehingga hanya menghabiskan uang Negara saja dan diduga pembangunan ini asal jadi juga tak sesuai RAB,beber Unandra dihadapan Awak media Joernal Inakor.com

Salah satu warga yang bekerja jadi petani di Desa Lukun yang enggan menyebutkan namanya menyampaikan dengan nada kecewa, “Sejak pembangunan DAM Parit penahan air asin itu dibangun, air asin dengan senangnya masuk kelahan petani dan parahnya lagi air asin yang masuk tersebut terhambat untuk keluar, ini semua diakibatkan pembangunan DAM Parit tersebut tidak berfungsi dan sudah pecah-pecah dan ini semua dikerjakan dengan cara asal-asalan,”Jelasnya saat ditemui Unandra selaku Ketua LSM Inakor Prov.Riau di Pelabuhan Rakyat Selatpanjang, Senin siang (15/06/2020)

Menurutnya, saat pembangunan DAM tersebut, mereka juga tidak ada konsultasi sama warga desa lukun yang selaku petani, dan seandainya mereka bilang titik kordinat yang mereka bangun itu atas permintaan petani, itu semua tidak benar, mereka tidak pernah memberitahu kepada kami selaku petani untuk ditunjukan dimana titik kordinat yang bagus untuk dibangun sesuai keadaan tempat petani.

Hal senada Arjuna PPL Dinas Pertanian Kabupaten Kepulaun Meranti yang ditugaskan di Kecamatan Tebing Tinggi Timur Desa Lukun di undang melalui chat via Whasap untuk datang ke kantor LSM Inakor DPD Kabupaten Kepulauan Meranti yang beralamat jln H.Sulaiman ujung sekira pukul 19:30 Wib, Arjuna mengakui bahwa pembangunan DAM parit itu sudah salah titik koordinat dan memang retak retak, Arjuna pun akan ber’upaya secepat nya mendesak Kepala Desa Lukun agar segera memperbaiki pembangunan DAM parit tersebut dan berjanji dalam Minggu ini perbaikan sudah selesai, ungkapnya saat diklarifikasi oleh Unandra M.Saleh SH Selaku Ketua LSM Inakor DPW Propinsi Riau Selasa malam (15/06/2020)sekira pukul 20:00 Wib.

” Tambah Unandra, Akibat Pembangunan DAM parit yang diduga asal jadi ini kami selaku sosial control sangat menyoroti dan mengecam keras bahwa telah menyalahgunakan Uang Negara untuk pembangunan DAM di Desa Lukun sehingga tidak bisa dimanfaatkan petani,ungkapnya.

Unandra M.Saleh dalam waktu dekat ini apabila tidak diperbaiki dan tidak bisa dimanfaatkan,maka kami akan melayangkan surat klarifikasi dan laporan dugaan melalui DPD LSM Inakor Kabupaten Kepulauan Meranti Ke Dinas Pertanian Kabupaten Kepulauan Meranti untuk mempertanyakan kerangka Acuan kerja dn kontrak kerjanya, apa bila nanti ada temuan bersyarat Korupsi,maka kami LSM inakor akan melanjutkan surat laporan ke pihak penegak hukum dan biarlah penegak hukum yang menentukan salah dan tidak salahnya dan memberi sanksi juga efek jera,ucapnya Unandra diakhir pertemuan.***(moji)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *