Utama

Latar Belakang Dipilihnya Desa Pindang Sebagai Pusat Pelaksanaan TMMD Ke -112 Kodim 1301/Sangihe

SANGIHE, joernalinakor.com –
Komandan Kodim (Dandim) 1301/Sangihe Letkol Arm Lukas Meinardo Sormin (Selaku Dansatgas) memilih pelaksanaan TMMD Ke-112 TA 2021 di desa Pindang Kecamatan Manganitu Selatan Kabupaten Sangihe Kepulauan Sangihe karena memiliki latar belakang dan alasan yang kuat.

Menurut Dandim pelaksanaan TMMD Ke-112 di desa Pindang ini karena memiliki sasaran fisik dengan dua arah penghubung fasilitas umum yang masing-masing jaraknya satu kilometer.
“Pembangunan sasaran fisik berupa perintisan jalan sejauh 2 Kilo meter dengan rincian 1 Km ke arah barat menghubungkan gereja, masjid, sekolah Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Dusun Sampakang dan 1 Km nya lagi ke arah timur menguhubungkan dusun Tatilade dengan Pempulu, sekolah SD GMIST Eppata Tatilade dan Gereja,” kata Dansatgas Letkol Arm Lukas Meinardo Sormin.

“Sekolah Madrasah dan sekolah Eppata Tatilade ini sama sama memiliki lokasi di tengah perbukitan dan tidak memiliki akses jalan yang layak dihadapkan dengan Kontur tanah yang labil dan terjal sehingga sangat beresiko tinggi jika dilalui para siswa siswi yang akan berangkat maupun pulang dari sekolah terlebih pada kondisi cuaca hujan,” jelas Dansatgas.

Dansatgas Letkol Arm Lukas juga menjelaskan bahwa Desa Pindang memiliki intensitas curah hujan yang sangat tinggi disertai angin kencang. Akibat curah hujan yang tinggi, jalan setapak pun menjadi licin rawan kecelakaan sehingga siswa siswi sering kali diliburkan.

“Masuknya satgas TMMD di lokasi tersebut membuat masyarakat desa Pindang sangat senang karena keinginan mereka untuk memiliki akses jalan yang layak teruntuk kedua sekolah ini dapat terwujud,” tegasnya.

Sementara itu, Vence Sahiu (31), seorang guru honorer di SD GMIST Eppata Tilade mengatakan bahwa untuk menjangkau sekolah demi keberlangsungan proses belajar mengajar, mereka berjalan kaki lebih dari 1 Kilo meter.

Dia juga menyebut meski jumlah murid di sekolah tersebut terbilang sedikit namun tidak mematahkan semangat para pengajar untuk mengajar anak-anak didiknya demi mencerdaskan generasi muda penerus bangsa.

“Jumlah pengajar disini ada 3, itupun 1 orang kepala sekolah yang merangkap sebagai guru. Untuk dapat mengajar kami semua harus menempuh jalan curam ini setiap hari,” tutur Vence.

Tidak hanya Vence,
manfaat dari TMMD juga dirasakan masyarakat di Desa Pindang karena akan dibangun dengan lebar 3,5 Meter langsung menuju ke jalan utama/raya.

“Saya sangat berterimakasih sekali kepada TNI khususnya satgas TMMD karena telah membuka jalan masuknya ke Desa Pindang. Dengan terbuka nya jalan ini akan memudahkan kami para guru dan para murid untuk menjangkau sekolah. Saya harap juga dengan adanya jalan ini akan menambah minat masyarakat untuk menyekolahkan anak-anaknya untuk datang ke sekolah ini,” tutupnya.

Kegiatan TMMD di Desa Pindang ini benar benar menjawab keinginan dan harapan masyarakat untuk memiliki akses jalan yang layak agar bisa bersekolah. Selain itu jalur pendistribusian hasil kebun pun sudah bisa terhubung antar dusun di Desa Pindang.

“Ini sebuah berkat yang sangat luar biasa. Perintisan jalan ini sudah lama kami dambakan,” ucap warga Kapitalaung

Banyak terimakasih diucapkan dari masyarakat di Desa Pindang tergambar dengan hadirnya masyarakat yang secara sukarela membantu Satgas operasi TMMD untuk mempercepat menyelesaikan pekerjaan satgas TMMD ke-112 Kodim 1301/Sangihe.
(Penrem 131/Santiago), Vendry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *