Utama

LSM TRANSFORMER GERUDUG BBWSC-3 BANTEN

SERANG KOTA, Joernalinakor.com – Mengkaji Terjadi kembali Aksi dari lembaga Swadaya masyarakat (LSM) Transformer,yang mempertanyakan akan keterbukaan Infornasi Publik dari Balai Besar Cidanau Ciujung Cidurian (BBWSC -3 BANTEN ).

Diduga adanya penyelewengan anggaran pembangunan situ cikulur yang berada dikota serang tepatnya dikelurahan Serang,Kecamatan Serang, Kota Serang Provinsi Banten.

Situ cikulur merupakan salah satu situ yang akan di bangun di kota serang Provinsi Banten.

Selama ini belum sama sekali ada yang perduli akan adanya pembangunan situ tersebut,
mengapa dan ada apa sebenarnya dengan pembangunan yang sudah terlampir tapi tak terealisasi,”ujar Tb.Irfan Taufan.

Lembaga Swadaya Masyarakat ingin berdiskusi bersama pihak PPK, PPTK dan sementara itu pihak konsultan tak mengindahkan apa yang dipertanyakan dengan alibinya tak dapat hadir dalam rapat tersebut.

Tim media dilokasi dalam rangka liputan diskusi kedua belah pihak dengan pihak terkait dibumbuhi dengan terjadinya sedikit perdebatan yang tidak mendasar,beberapa pertanyaan yang di sampaikan oleh LSM TRANFORMER,tak ada satupun dapat terjawab oleh pihak BBWSC-3 BANTEN
mengalihkan dengan pembahasan yang tak mendasar,”Jangan ada pengerusakan,” tegas humas BBWSC 3 menyampaikan.
padahal tak ada dari lembaga yang berbuat demikian

Menurut badru tamami selaku korlap aksi mengatakan,”bahwa dalam pengadaan jasa kontruksi harus mencangkup identifikasi kebutuhan dan kelayakan perencanaan teknis,kesiapan lahan,dokumen lahan lingkungan dan amdal (UKL & UPL ),feasibility study,alokasi dan identifikasi lokasi projek,DED/gambar Desain.spesifikasi tehnis,dan daftar kuantitas harga/BO,itu sebagai syarat untuk melakukan lelang atau tender projek,”ujar nya.

Ditambahkan nya lagi,karena ini merupakan sejarah projek di Provinsi Banten yang dibatalkan,Dengan alasan yang tidak masuk akal,seharusnya dalam mengerjakan pembangunan harus ada sosialisasi dari berbagai pihak sehingga dapat tercapai nya pembangunan,tanpa terkecuali,”tutur nya.

Adapun dalam pembahasan yang disampaikan oleh LSM TRANSFORMER sepenuh nya tak dapat terjawab,
Sebenarnya mengerti atau pura pura tidak mengerti apa yang dipertanyakan.

Adapun disampaikan oleh humas BBWSC -3 Muslimin di hari senin 26/09/2022
tentang UU KIP tahun 2008 pasal 28 fakta disini tak ada yang terealisasi,bahkan saat d konfirmasi melalui via whatups tak mengindahkan apa yang dipertanyakan oleh awak media,bahkan sebagai media harus bersurat jika ingin berkonfirmasi dibalai besar tersebut.

Menurut ketua LSM TRANSFORMER Tb.irfan taufan, Audensi belum sampai disini kita akan menurunkan massa yang lebih banyak lagi jika prihal yang kita sampaikan belum terjawab secara akurat.

Surat dan data akurat pun sudah dilimpahkan ke pihak kejati Banten untuk tindak selanjutnya

Dimana sebenarnya keterbukaan publik yang disampaikan oleh humas di hari senin 26/09/2022 kemarin,sedangkan saat kita menunggu jawaban yang kita pertanyakan mereka meleha leha berdiskusi secara kedinasan,beberapa waktu kita menunggu agar dapat berdiskusi yang ada kita diabaikan.

Dari sikap seperti inipun sudah dapat kita nilai, etika pemangku jabatan yang ada didalam gedung tersebut sangatlah minim.

Semoga data yang sudah kita serahkan melalui Kejaksaan Tinggi Banten dapat ditindak lanjut oleh pihak pihak terkait,”pungkas Irfan. (Rohim)