Sulawesi Utara

Resahkan Warga Lingkar Tambang, LSM Inakor Bolmong Minta Pihak Berwenang Lakukan Pengawasan

BOLMONG, Joernalinakor.com – Aktifitas bongkar muat perusahaan PT Conch North Sulawesi Cement di dermaga khusus PT Conch di Inobonto Satu wilayah kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), membuat warga dan pekerja resah.

Pasalnya, aktifitas di Dermaga tersebut bukan dipekerjakan tenaga kerja lokal namun diindikasi menggunakan pekerja asing.

Karena mengunakan sejumlah tenaga kerja campuran asing dan lokal pada bongkar muat di dermaga dan di kapal pengangkut cemen, maka sejumlah aktivis lingkar tambang pun angkat bicara pasalnya aktifitas rutin di dermaga tersebut, kini jadi buah bibir warga yang bermukim di seputaran dermaga khusus PT Conch.

Mengantisipasi adanya virus corona /covid – 19 , warga setempat

Sejumlah aktivis meminta agar pengawasan di lingkungan PT Conch lebih di tingkatkan atau ada perhatian khusus oleh pemerintah dan pihak manajemen Conch untuk mengantisipasi terjadinya penyebaran virus Corona (Covid-19).

Menurut pendapat mereka (aktivis) untuk menjaga diri agar tidak terjadi kontaminasi antara sesama pekerja lokal dan anak buah kapal (ABK) saat pelaksanaan peking dan bongkar muat di dermaga.

Disikapi lembaga social control , meminta kepada

Kami harap pihak berwenang dalam hal ini pemerintah kabupaten Bolaang Mongondow
serta dinas kesehatan segera lakukan pemeriksaan lanjutan secara rutin pada semua pekerja peking bongkar muat di dermaga,” kata Julkifli Talibo, ketua DPD LSM Inakor Bolmong.

“Kami juga meminta pada pihak Manajemen Conch agar setiap Anak Buah Kapal dilakukan tindakan tegas jangan ada yang turun dari kapal dan berkeliaran di seputaran dermaga serta membuatkan jarak antar pekerja lokal dan ABK,” tegas Talibo.

Langkah antisipasi tersebut mesti diperlukan adanya kerjasama dan sinergi antara pihak pemerhati dan aparat berwenang selaku mitra kerja dan fungsi sosial kontrol.

“Hal ini mesti dilakukan bersama sebab pihak pebisnis semen Conch sangat banyak yang berdatangan dari luar daerah dan berbeda – beda,” tambah Talibo.

Terpisah kepada awak media salah satu aktivis wilayah Bolmong menjelaskan bahwa diduga ada sejumlah pekerja mengeluh dan meminta terkait keberadaan warga asing dan buruh ABK di setiap kapal asing yang berlabuh di dermaga agar segera dicegat jika melakukan aktifitas di luar kapal /dermaga.

“Hal ini perlu untuk diawasi. Pengawasan pun harus lebih diperketat,” saran Rudin Ginoga.

Ginoga menuturkan, betapa pentingnya langka antisipasi tersebut jika semua pekerja dipantau langsung oleh pemerintah dan pihak penangung jawab PT Conch.

“Ini juga lebih kepada memperhatikan kesehatan dan keselamatan kerja (K3) bagi buruh bongkar muat lokal. Pihak PT Conch penting berlakuan K3 terhadap karyawan dan buruh PT Conch,” tandasnya.

(Anniza)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close