Utama

Siapa Yang HOAX ? 580 Warga Gayo Lues Berstatus ODP Covid-19, Data Hotline Dinas Kesehatan Provinsi Aceh Kab. Gayo Lues 2 ODP

Aceh Tenggara, Joernalinakor.com – Dilansir dari https://regional.kompas.com. Satuan Gugus Tugas Covid-19 Gayo Lues Aceh merilis, sedikitnya 580 warga Gayo Lues berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) Covid-19.

Melalui pesan singkat, Minggu (21/3/2020), Juru Bicara Satgas Covid-19 Gayo Lues dr Syafwan mengungkapkan, data tersebut tidak diragukan validitasnya.

Karena berdasarkan pendataan yang dilakukan Satgas di lima titik perbatasan Kabupaten Gayo Lues dengan beberapa daerah lain.

Menurut dr Syafwan, status ODP corona dengan penilaian bahwa apabila disertai gejala atau tidak namun memiliki salah satu faktor risiko.

Berikutnya tim Satgas memiliki penilaian tersendiri untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dcorona engan penilaian bahwa apabila gejala dan salah satu faktor risiko atau kedua duanya.

“Penilaian ini kami sesuaikan dengan kondisi di Gayo Lues, kami lebih memilih agresif dalam pencegahan dari pada kewalahan dalam pengobatan, karena saat ini kami kekurangan SDM dan fasilitas,” kata dr Syafwan.

Mereka yang masuk ke dalam kategori ODP lanjut dia, dicatat dan disarankan sekali lagi agar tidak keluar rumah, atau tidak berinteraksi dengan warga yang lain.

“Mereka ini tetap kita pantau melalui petugas Tim Satgas Covid-19, yang sudah diberi tugas untuk itu, maka kita sebutlah mereka orang dalam pantauan, jadi bukan atau belum tercatat sebagai pasien, tetapi jika sudah ada gejala klinis terkontaminasi Covid-19 kita berikan status PDP, tetapi masih status ini masih nol,” tambah Syafwan.

Disebutkan, masyarakat belum banyak yang memahami ODP dan PDP, sehingga pihaknya terus edukasi supaya masyarakat tetap tenang namun waspada.

“Jadi sekali lagi diharapkan kepada masyarakat Gayo Lues agar tidak resah menyikapi situasi ini, yang perlu dilakukan adalah mewaspadai gejala Covid-19, jika ada gejala di sekitar kita segera berikan informasi dan Tim Satgas akan segera melakukan tugasnya,” kata dr Syafwan.

Diungkapkan, perbedaan jumlah ODP dengan beberapa daerah di Provinsi Aceh dengan Gayo Lues, yaitu penetapan status meski tanpa gejala pun dikatakan ODP, asal ada riwayat yang bersangkutan pernah menyambangi kota yang diduga telah terinfeksi.

Karena istilah ini juga membuat masyarakat lebih patuh saat karantina untuk meminimalisir sebaran virus corona.

Himbauan Bupati Gayo Lues Waspada Corona

Sementara itu, Bupati Gayo Lues, M Amru mengaku telah memerintahkan Gugus Tugas Covid-19 agar memantau perkembangan kesehatan masyarakat yang berpotensi terserang virus corona.

Ratusan jumlah warga yang masuk dalam daftar ODP kata Amru, merupakan salah satu tindakan kewaspadaan terhadap penyebaran Covid-19 di daerah tersebut, apalagi terdapat warga yang berinteraksi dengan warga diluar daerah.

“Alhamdulillah hingga saat ini, jangankan posistif tingkat PDP juga belum ada, yang ada adalah orang dalam pantauan yang menurut laporan gugus tugas sudah melampai angka ratusan,” ucap Amru lewat pesan singkatnya kepada Kompas.com, Minggu (21/3/2020) malam.

Berdasarkan keterangan para petugas dilapangan lanjut Amru, ratusan warga tersebut baru datang dari daerah terjangkit, seperti pulau Jawa dan Sumatera Utara, sehingga perlu dipantau dan disarankan mengkarantina diri selama 14 hari.

Dr. Syafwan. Sp.B menambahkan, ODP sampai sore hari ini (20/3/2020 – 17.30 WIB) sudah ada 300 yang dikarantina, tetapi karena jumlahnya begitu banyak, kita tidak bisa mengkarantina didalam gedung yang sudah kita siapkan, “kita sudah siapkan gedung, tapi pasilitasnya cuma untuk 24 orang, tapi karena bertambah terus gak mungkin pemerintah sanggup didalam gedung, jadi kita karantinakan dirumah masing-masing dan kita awasi.

Wartawan MOJI bertanya kepada dr. Syafwan. Sp.B, “apakah ODP itu bisa menularkan virus Covid-19 dok?…” dr. Syafwan. Sp.B mengatakan, “ODP ini kita anggap sebenarnya sudah membawa virus, tapi karena pisiknya bagus, jadi virusnya tidak mengakibatkan apa-apa terhadap dirinya, yang membahayakan adalah dia menularkan ke orang lain, terpaksa dikarantina dirumah masing-masing selama 14 hari, jangan bersentuhan dengan orang, jangan ikut bersosialisasi dengan masyarakat, bukan untuk dia sebenarnya, tapi untuk orang yang disekitarnya”, pungkas dr. Syafwan. Sp.B.

Ketika wartawan mengkonfirmasi dr. Syafwan. Sp.B terkait tidak Singkronnya data Covid-19 Kab. Gayo Lues dan Dinas Kesehatan Provinsi Aceh, dr. Syafwan. Sp.B mengatakan:

Dr. Syafwan. Sp. B: Ga ada yg hoax tu,,
“Provinsi benar datanya, data kita juga benar,, kami punya definisi operasional seperti yg dikatan bapak bupati, kami mengklarifikasikan ODP tanpa harus gejala klinis, karena kami tahu kemampuan kami jdi strateginya juga berbeda bang. Mohon judulnya lebih produktif, tadi pesan pak bupati jgn buat panik”. Terima kasih bang

“Kalau data kedua belah pihak benar, kenapa angkanya tidak Singkron dokter?” tanya Amri via WA.

“Kami masih koordinasikan ke provinsi bang…”

Berikut isi pesan WhatsApp wartawan MNJI dan Bupati Gayo Lues terkait tidak Singkronnya data ODP Covid-19 di Kab. Gayo Lues dan Data Dinas Kesehatan Provinsi Aceh:

“Data dari Hotline Dinas Kesehatan Provinsi Aceh saat ini di Kabupaten Gayo Lues baru 2 orang yang berstatus ODP?” tanya Amri
SIAPA YANG HOAX?…

“Kita berkerja dan tdk ada yg Hoak, kita juga melapor ke propinsi, kebijakan propinsi tdk mengekspose data kita demi agar tdk menimbulkan keresahan kita juga sangat menghormati… nya,,, saya kira pemahaman ODP, bahwa ODP itu orang yg dipantau karena datang atau kembali dari daerah yg sudah terjangkit”. Jelas dr. Syahwan

“Kenapa ODP di Galus jawabnya karena kita sudah bekerja sejak hari kedua kebijakan darurat nasional ditetapkan oleh pemerintah pusat” lanjutnya

“Kalau demikian, berarti data yang di exspos Dinkes Provinsi Aceh tidak sesuai dengan yang di laporkan oleh Dinkes Kabupaten Gayo Lues Begitu ya Pak?” tanya amri selanjutnya

“Benar dan untuk menimbulkan ke kisruhan saya minta jangan goreng maalah ini karena kita sedang berhadapan degan kondisi hidup mati ya ananda” jelas beliau

“Maksud sy untuk tidak menimbulkan kegaduhan…” lanjut beliau

“Saya bukan menimbulkan kegaduhan, tetapi saya menginginkan informasi yang akurat dan data yang sebenar-benarnya dari Pak Bupati”. jelas amri wartawan Moji

Sedangkan hari ini kompas.com https://regional.kompas.com/read/2020/03/23/07594341/sebanyak-580-warga-gayo-lues-aceh-berstatus-odp-covid-19 memberitakan di Kab. Gayo Lues sudah 580 orang berstatus ODP.

Padahal sampai detik ini Hotline Dinkes Aceh masih mengatakan Gayo Lues 2 orang ODP https://dinkes.acehprov.go.id

Yang membuat kegaduhan itu siapa Pak?…

Sampai berita ini dikirimkan ke redaksi MNJI, Bupati Gayo Lues belum menjawabnya. (Amri Sinulingga78)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close