Utama

Situasi Covid-19 Pendapatan Pedagang Daging DiPasar Modoinding Turun Hingga 70%

MINSEL. Joernalinakor.com. Sejak awal hingga saat ini dalam situasi Pandemi Covid-19, Pengunjung Pasar Modoinding Kabupaten Minahasa Selatan menurun drastis. Dalam situasi dan kondisi tersebut menyebabkan para pedagang mengalami penurunan pendapatan antara 30% hingga 70% termasuk didalamnya pendapatan pedagang daging di Pasar Modoinding.

Pasar Modoinding yang biasanya dipadati pengunjung pasar, tetapi sejak Pandemi Covid-19 Tahun 2020 hingga sekarang, mengalami penurunan drastis seperti dalam pantauan media ini, pada Senin (20/09/2020).

Salah satu pedagang daging babi Yurdi Rangka mengungkapkan kepada media ini bahwa biasanya dalam satu hari, bisa 100 Kilo bahkan lebih yang laku terjual tetapi dalam situasi ini hanya sekitaran 50 Kilo yang bisa laku terjual.

“Sebelum situasi Pandemi Covid-19 sampai sekarang tentunya sangat dirasakan oleh kami sebagai pedagang yang ada dipasar Modoinding termasuk pedagang daging babi, mengapa tidak yang biasanya bisa menjual 100 Kilo dalam setiap pasarnya tapi sekarang hanya sekitaran 50 kilo dalam setiap pasarnya. Harganya juga relatif berubah bahkan pernah harganya sempat turun hingga 100 ribu untuk 3 kilonya,” ujar Yurdi Rangka yang adalah salah satu pedagang besar daging babi.

“Berharap semoga Pandemi ini cepat berlalu dengan menunjang program pemerintah memutus mata rantai penyebaran Covid-19, sehingga pengunjung Pasar Modoinding bisa kembali ramai dan penjualan daging bisa kembali normal termasuk pedagang lainnya yang melakukan usahanya di Pasar Modoinding,” tambah Rangka.

Tentunya penurunanan pendapatan pedagang bukan saja dialami oleh pedagang daging tetapi dirasakan oleh pedagang-pedagang lainnya yang melakukan usahanya di Pasar Modoinding termasuk Pedagang Sembilan Bahan Pokok (Sembako) dan Sayur-Sayuran. (Vecky”eqrian”Weol)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *