Art

YANG KELAM

YANG KELAM

Di penghujung syawal
Bulan lengkung malam itu
Menyimpan kesedihan abadiku

Angin yang riuh
Membawa Ruwaniku melintas waktu
Menziarahi luka
Menta’bir laku
Catatan berliku tebal berdebu 
Bagai qalbu terhijab hitam nafsu
Melahirkan pikiran-pikiran busuk
Kebencian demi kebencian ditanamkan
Bagai sejarah kelam
Pertikaian kaum beriman

Atas nama kemurnian Tauhid
Pencelaan dan penghinaan dianggap perjuangan agama
Merasa paling benar
Menyangka paling hebat
Padahal yang nyata adalah fanatisme
Atas berhala sekte dan golongan
Kecintaan tanpa ilmu
Dan ilmu dihitamkan Ammaroh bissu’u
Hanya jadi malapetaka
Tak jadi pemantul sinarNya
Justeru seperti minyak
Membuat api hitam itu
Semakin berkobar-berkobar
Membakar dinding iman
Membakar atap islam
Membakar jendela ihsan
Tempat cahaya ilahiyah masuk dan menerangi jiwa manusia

Atas nama Tuhan
Perang saudara dikobar-kobarkan
Merasa Tuhan sedang memihaknya
Merestui kekejaman demi kekejaman yang tak manusiawi
Penghancuran, pembakaran, pembantaian
Apakah itu yang Dia inginkan
Banjir darah sesama kaum beriman
Demi berebut kefanaan
Dunia yang semakin lapuk
Kekuasaan yang kian ambruk

O lengkung bulan
Kesedihanku malam itu
Makin membeku
Saat orang-orang beriman di negeriku
Sedang telupa akan sejarah itu

Pacet, Juli 2019

 Anhari Setiawan lahir 15 April di Bandung
Semenjak sma mulai tartarik pada dunia literasi dan di penghujung masa itu mulai berfokus pada bidang sastra. Beberapa puisinya pernah dimuat dalam Antologi Bersama di antaranya “Balada Santri”sekaligus menjadi juara 3 dalam event Hari Santri Nasional oleh Lesbumi PW NU Jawa Bara dan “Petani dan Sebatang Pad” oleh Jejak Publisher. Menempuh pendidikan di SMA Manggala dan di Podok Pesantren Darunni’am Maruyung Pacet. Sekarang masih mahasiswa S1 di STAI Manggala dan aktif berkesenian di Sanggar Menara Madris dan Ranah Seniman Kabupaten Bandung -RSKB-
Kontak Fb:Anhar. 
Whatsapp : 083815695912

Related Articles

Check Also

Close
Back to top button
Close